Tulisan ini maksudnya hanya untuk mengulas sebuah kalimat dalam sebuah paragraf yang dimuat dalam Kedaulatan Rakyat tanggal 9 Juni 2006. Artikel tersebut saya dapatkan melalui situs Kedaulatan Rakyat, pada Kolom Analisa. Saya menemukan artikel tersebut setelah membaca sebuah entri pada blog Priyadi.net yang berjudul Hoax Gempa, Blog dan Kredibilitas
Kalimat yang menjadi pemikiran bagi saya adalah seperti berikut
Jadi kesimpulannya, jika kita menerima informasi melalui media komunikasi personal (SMS, YM, e-mail, Milis, apalagi cuma Blog) perlu dikonfirmasi ulang, baik pengirimnya atau siapa yang membuat informasi tersebut maupun bilamana ada pihak/orang yang disebut-sebut di dalam informasinya.
Kalimat apalagi cuma Blog dengan mudah dapat diartikan bahwa Blog merupakan sesuatu yang lebih rendah dibanding hal lain yang disebutkan bersamanya. Dalam kalimat di atas adalah SMS, YM, email, dan mailing list. Apa kira-kira hal yang menyebabkan blog menjadi "leceh" dibanding SMS, YM, email, dan mailing list ? Dan bagaimana caranya melakukan perbandingan terhadap kelima makhluk tersebut ? Dan faktor apa yang menjadi bahan pertimbangan dalam menilai ?
Sungguh itu menjadi sulit untuk dijelaskan. Apalagi dalam artikel tersebut tidak ada hal yang menjelaskan tentang bagaiman bisa Blog menjadi tak sama statusnya dengan empat teknologi lain yang disebutkan. Tapi ternyata kalau dibaca lagi artikel tersebut, mungkin kita bisa menemukan konteksnya, bahwa sesungguhnya (mungkin) yang dimaksud penulis adalah orang yang menggunakan teknologi tersebut.
Daripada berpanjang lebar, begini sajalah. Menurut saya, penulis artikel berpendapat bahwa informasi yang disampaikan melalui SMS, YM, email, mailing list, dan blog, perlu diteliti lebih lanjut kebenarannya. Namun dengan adanya kata apalagi cuma blog, tentu saja informasi yang ada pada media blog lebih tidak bisa dipercaya dibanding yang lain. Nah kesimpulan begini juga membutuhkan penjelasan labih lanjut. Apa ukuran yang menyebabkan informasi dalam media blog menjadi sesuatu yang lebih tidak bisa dipercaya ?
Kalau masalah informasi yang tidak valid, tentu tak ada hubungannya dengan media yang menyampaikannya. Informasi yang valid, atau informasi yang tidak valid bisa dengan mudah disampaikan melalui semua teknologi yang ditulis tersebut. Bahkan bisa jadi, jika dibandingkan dengan blog, SMS berpotensi menjadi penyebar informasi yang lebih cepat dan luas dibanding blog. Jika informasi yang disebarkan melalui SMS adalah informasi yang salah, tentu ini yang berdampak lebih buruk.
Entahlah. Saya tak bisa paham dengan maksud si penulis. Ketika beliau menyampaikan bahwa harus hati-hati terhadap informasi yang diterima, malah terjebak sendiri dengan menulis sesuatu yang layak untuk dipertanyakan keabsahannya. Dan identitas penulis artikel tersebut adalah seorang pemerhati multimedia. Oops.