Artikel ini dapat digunakan, disalin, dan disebarluaskan. Cukup cantumkan sumber asli. Jika isinya mengandung kebenaran, semoga memberi kebaikan bagi kita yang memanfaatkannya. Jika ada yang salah, mohon kiranya penulis dimaafkan. Dan sangat baik, jika kesalahan tersebut dapat diberitahukan kepada penulis.
Yanmarshus, 31 Agustus 2005, yan[at]daunsalam[dot]net

Sebuah Hoax, atau Saya yang Tidak Teliti ?

Artikel ini saya tulis tanggal 31 Agustus 2005, malam hari.
Setelah berlalu beberapa hari, ada sejumlah tanggapan di meiling-list.
Beberapa rekan mailing-list yang semula mengirim informasi tersebut,
telah meminta maaf tentang informasi yang disampaikannya.
Diantaranya seperti berikut :
* Muhkito Afiff wrote :
  Waduh, kok nggak jadi? Saya termasuk orang yang memforward berita
  dari milis wanita-muslimah ini ke milis2 lainnya.
  Saya merasa bersalah karena tidak melakukan cross check. Mohon maaf.
* From : "Abdi M.U"
  Saya juga mohon maaf karena ikut forward in berita ini.
  Padahal undangan disebarkan melaui Majelis Mujahidin Indonesia,
  OASE-Syiah, dan detik.com.
  Mudah-mudahan memang nggak usah terjadi diskusi semacam ini,
  karena dialog ...
Dan ada juga yang berkomentar seperti berikut ini :
* Baru saja diskusi sama temen smu yg sekarang ada di Polri unit reserse.
  Ternyata permohonan ijin utk event di atas pernah ada.
  Bahkan permohonan ijin lain2nya yg sejenis, tapi semua ditolak Polri.
  Kata'nya, pada prinsipnya Polri mengijinkan segala event yg akan
  diselengarakan swadaya oleh masyarakat. Hanya ada salah satu
  persyaratan yg tidak diijinkan, yaitu event yg menyangkut agitasi
  dan debat antar sekte agama. Menurut mrk. belajar dari pengalaman
  di negara lain, spt Pakistan, Mesir, India, dsb. Event spt itu
  kontra produktif dan tidak memberi sumbangan berarti pada ketentraman
  masyarakat luas. Karena apapun yg dilakukan, debat is debat,
  pasti akan saling menyerang dan berargumen bhw hanya
  keyakinan-nyalah yg benar...
Ya... ini sudah terjadi. Dan bagi saya, yang terjadi adalah sebuah sejarah.
Bagaimana yang sesungguhnya, di suatu waktu semoga ada kejelasan.
Hanya saja, saya tidak beruntung memperoleh informasi pembatalan yang
"mungkin" ada di ruang publik, sebelum acara itu belangsung.

Hari ini, Rabu tanggal 31 Agustus 2005, saya dengan semangat berangkat ke Jakarta Design Center untuk mengikuti sebuah acara diskusi yang bertema Sunni dan Syiah. Informasi tentang keberadaan acara ini saya dapat dari sebuah mailing-list.

Dan kali inilah saya benar-benar kecolongan. Setelah sampai di JDC, lantai 6 tempat acara berlangsung, tidak ditemukan tanda-tanda sesuai pengumuman. Akhirnya saya bertanya kepada satpam yang jaga di lantai 6 tersebut. Sebuah kertas yang berisi penjelasan dari pihak manajemen Jakarta Design Center disodorkan kepada saya. Isinya menyatakan bahwa di JDC tidak ada acara yang bersangkutan.

Dan ternyatanya lagi, saya bukanlah satu-satunya orang kecele. Bersamaan dengan saya ada belasan orang lain yang mengalami hal serupa. Mereka mendapatkan informasi dari email atau mailing-list. Entah berapa orang lagi sebelum dan sesudah saya datang. Yang jelas pak satpam mengatakan cukup banyak.

Malamnya saya coba hubungi stasiun televisi ANTV, dan mendapatkan informasi bahwa mereka tidak punya rencana untuk mengadakan siaran live dari JDC tentang acara tersebut. Penasaran, saya coba hubungi salah satu pembicara, yaitu Kang Jalal (Jalaludin Rahmat) melalui telepon, namun hanya nada sibuk yang saya terima.

Entah ini sejenis Hoax, atau memang saya dan sejumlah orang "terkelabui" gara-gara sepotong email. Tidak pasti entah apa. Sebagai pelengkap keluh kesah saya ini, silahkan baca apa informasi yang saya terima dari salah satu mailing-list yang saya ikuti tersebut.



PEMBERITAHUAN
(Acara akan LIVE di ANTV)


Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Meneruskan keinginan saudara-saudara kami dari kelompok Majelis Mujahiddin
Indonesia (MMI) yang ingin memberantas ajaran sesat di Indonesia, dimana
menurut mereka, SYI'AH ada di dalamnya. LSM-OASE dengan rasa rendah hati
dan bersegera menyambut baik keinginan saudara-saudara kami ini, apalagi
tantangan tersebut disampaikan pada bulan Suci Rajab, bulannya Imam Pertama
kami, Imam tercinta,
Amiril Mukminin, Ali bin Abi Thalib.


Demi hak bulan Rajab dan kesuciannya, demi kehormatan Rasulullah SAW,
Ahlulbayt yang disucikan dan para sahabat setia pilihanNYA, kami mencoba
untuk dapat menyampaikan kebenaran menurut kami, begitu pula saudara kami
dari kelompok MMI ini. Mungkin 'MUBAHALLAH' adalah pilihan terakhir bagi
kami tapi bukan tidak mungkin kami akan melakukannya jika mereka
menginginkan.


Dialog antar madzhab, dengan thema "MENGAPA HARUS SUNNI atau SYI'AH ?",
adalah thema terdasar dari perbedaan kelompok kami dan kelompok mereka.
Masing-masing dari kami akan memberikan argument, mengapa kita memilih
faham Ahlussunnah untuk umat Sunni dan mengapa memilih Ahlulbayt untuk umat
SYI'AH.


Dialog ini akan menjawab semua doktrin yang ribuan tahun lamanya berusaha
untuk dihapuskan dari Islam, melalui fitnah dan tindak kekerasan kepada
kami sejak wafat Rasul SAW. Kamipun sadar bahwa dialog ini mungkin tidak
berdampak besar kepada perubahan yang ada untuk tetap memusuhi kami, tapi
paling tidak kami tercatat sebagai penyampai apa yang wajib kami sampaikan,
TANPA KEKERASAN!!.


Di atas ini semua, yang terpenting bagi kami adalah kesaksian alam bahwa
tindakan kami ini semata-mata untuk berterima kasih kepada Baginda Rasul
SAW, yang telah menyampaikan Risalah Suci dari Allah SWT, semoga BELIAU
berkenan memberikan kepada kami syafaatnya di hari akhir nanti. Semoga
kecintaan kami kepada keluarganya yang suci, dapat mengantarkan kami kepada
RidhaNYA yang hakiki.


Kepada Imam Ali,
Sepupu & Menantu Rasul SAW, Suami tercinta Sayyidatun nisaa'il 'alamin
Fathimatuz Zahra, Ayah Penghulu Pemuda Surga Hasan dan Husein, Penerus
penyampai Risalah Rasul SAW, Pembela Kaum Mustad'affin, Pencinta kaum
Fuqara&Masakin, Ujung tombak kemenangan Islam, kami persembahkan cinta kami
yang sangat bersahaja


Dialog akan diselenggarakan pada hari:
Rabu, 31 Agustus 2005 Jam 13.00 - 17.00 WIB
Di Gd. Jakarta Design Center Lt 6 Ruang Flamboyant
Jl. Gatot Subroto Kav. 53, Jakarta.


Pembicara :


KH. Jalaluddin Rakhmat (Syi'ah)
KH. Ali Umar Habsyi (Syi'ah)
KH. Fauzan Al-Anshari (Majelis Mujahiddin Ind)
KH. Halawi Makmun (Majelis Mujahiddin Ind)


Susunan Acara :
13:00 - 13:05 (05') Moderator membuka dialog13:05 - 13:35 (30')
Presentasi dari pihak pertama
13:35 - 14:05 (30') Presentasi dari pihak ke dua
14:05 - 14:15 (10') Eksepsi dari pihak pertama
14:15 - 14:45 (30') Jawaban dari pihak ke dua
14:45 - 14:55 (10') Eksepsi dari pihak kedua
14:55 - 15:25 (30') Jawaban dari pihak pertama
15:25 ISHOMA
15:50 - 17:50 FORUM


PROSEDUR DISKUSI :


1. Diskusi dibuka dan dipandu oleh moderator. Moderator mengumumkan
topik diskusi : "DALIL-DALIL SYAR'I TENTANG KEBENARAN MADZHAB SUNNI (
bagi pihak Sunni) atau KEBENARAN MADZHAB SYIAH (bagi pihak Syi'ah).
2. Moderator merundingkan pihak mana yang memulai pembicaraan dan
menentukan batas waktu bagi setiap pembicara.
3. Pihak pertama menyampaikan dalil-dalil syar'I tentang kebenaran
madzhab pihak pertama berdasarkan text yang tertulis dalam jangka waktu
yang ditentukan.
4. Pihak kedua menyampaikan dalil-dalil syar'I tentang kebenaran
madzhab pihak kedua berdasarkan text yang tertulis dalam jangka waktu
yang ditentukan
5. Pihak pertama mengajukan tidak lebih dari 5 pertanyaan dan atau
keberatan kepada pihak kedua.
6. Pihak kedua menjawab semua pertanyaan dan atau keberatan kepada
pihak pertama.
7. Pihak kedua mengajukan tidak lebih dari 5 pertanyaan dan atau
keberatan kepada pihak pertama.
8. Pihak pertama menjawab semua pertanyaan dan atau keberatan kepada
pihak kedua
9. Moderator menunjuk penanggap dan atau penanya dari forum dan
mengaturnya kepada beberapa termin yang tersedia
10. Topik dibatasi pada dalil-dalil syar'i yah yang mendukung kebenaran
mengikuti madzhab Sunni (bagi pihak Sunni) atau Syi'ah (bagi pihak
Syi'ah)
11. Setiap dalil yang disampaikan harus dibuktikan dengan rujukan dalam
kitab-kitab yang diperlihatkan secara terbuka kepada para hadirin
12. Setiap pembicara maupun hadirin harus menjaga akhlak Islam dalam
pembicaraan dengan tidak menggunakan kekerasaan dalam kata-kata dan
perilaku ( termasuk berteriak "Allahu Akbar!" tidak pada tempatnya) demi
lancarnya acara.


Jakarta, 10 Agustus 2005
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Ketua,       Sekretaris,



Emilia Renita AZ       Ulie Udlhiyah

Dan link ini juga berisi pengumuman yang sama http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg04421.html